Kamis, 14 April 2016

CARA INSTALL DNS DI DEBIAN 6

  1. Install Bind9 “ apt-get install bind9 ” Kemudian tekan “y” pada saat muncul pertanyaan “Do you want continue [Y/n]?”
  2. Tunggu hingga software selesai ter-install atau sampai muncul seperti gambar di bawah ini.
  3. Setelah itu pindah driver ke folder /etc/bind dengan perintah “cd /etc/bind” kemudian enter.

  4. Setelah pindah, kemudian edit file yang bernama named.conf dengan perintah “nano named.conf”/ “nano /etc/bind/named.conf.  default-zones”

  5. Setelah itu ganti yang localhost menjadi domain, kemudian db.local menjadi db.a (huruf a pada db.a bisa diganti dengan huruf ataupun angka sesuka kita, berfungsi untuk penyimpanan konfigurasi domain) Sebelum dan Sesudah :

  6. Karena harus membuat 2 buah domain, maka kita harus meng-copy dari “zone “smkn1.net” {“ sampai ke “};“ kemudian simpan dibawahnya dengan cara:
      Alt+A (untuk memblok karakter)
      Alt+6 (untuk meng-copy)
      Ctrl+U (Untuk mem-paste)
    Meng Copy :


    Mem Paste :
  7. Pada bagian zone kedua, kita ubah dengan domain baru yang akan kita buat, dan db.a diganti dengan db.s (agar lebih mudah)
  8. Setelah selesai, kita keluar dan save.
    Lalu Ketikan perintah “cp db.local db.a”(berfungsi
    untuk mengcopy file yang ada di db.local ke db.a)
    kemudian enter.
  9. Lakukan perintah copy dari db.local ke db.s (untuk domain ke-2).
  10. Konfigurasi file db.a dengan perintah “nano db.a” lalu enter
  11. Ganti semua localhost dengan domain kita (smkn1.net) lalu ganti 127.0.0.1 dengan 192.168.50.1 (IP Ethernet). Kemudian tambahkan konfigurasi seperti ini
  12. Note:
    www (apabila ingin mengkonfigurasi web server)
    ftp (apabila ingin mengkonfigurasi ftp server)
    setelah semua selesai, kemudian keluar dan save
    setelah itu konfigurasi untuk domain yang kedua
    dengan cara “nano db.s”
  13. Sama seperti konfigurasi pada domain pertama, hanya bedanya kita tidak akan mengkonfigurasi FTP server pada domain ini. Dan IP 127.0.0.1 ganti dengan 192.168.50.2 (IP Virtual), dan Localhost ganti dengan profilku.com
  14. Setelah itu keluar dan save.
    Buat file dengan nama resolv.conf di folder /etc dengan menggunakan
    Perintah “nano/etc/resolv.conf”  lalu enter (jika terdapat konfigurasi
    pada file tersebut, maka hapus semua konfigurasinya) Kemudian
    Tambahkan konfigurasi berikut :
  15. Note:
    *search diisi dengan domain kita
    *nameserver diisi dengan IP Domain kita
    *jika terdapat banyak domain, harus dimasukan
      semua
    Setelah itu keluar dan save
  16. Lalu restart bind9 kita dengan mengguankan perintah
          “ /etc/init.d/bind9 restart” kemudian enter
    Lakukan terus hingga ada keterangan
    Stopping domain name service …: bind9.
    Starting domain name service …: bind9
    Lalu restart juga  ethernet “ /etc/init.d/networking restart”
  17. Kemudian tes DNS kita dengan menggunakan perintah “nslookup” kemudian enter
  18. Kemudian masukan domain yang telah kita buat tadi, lalu enter
    Untuk keluar tekan Ctrl+C
  19. Jika sudah coba tes dengan menggunakan cmd di pc client
        “ ping smkn1.net ”
        “ ping www.smkn1.net ”
        “ ping mail smkn1.net ”
DNS (DOMAIN NAME SYSTEM)
·  Pengertian DNS
DNS atau domain name system adalah sebuah sistem yang dapat menerjemahkan nama domain menjadi ip address secara otomatis.
Atau
Merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan atau mengonversikan nama host atau domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya.

· Pengertian DNS Server
DNS server adalah server yang dapat melayani semua permintaan dari client nya untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain tersebut.

· Cara Kerja DNS (Domain Name System)
DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.
1.     Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
2.     Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.

3.     Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.


Sejarah Linux

#Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/)[1] adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux
dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.[2]

#Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.[3]

#Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer,[4], dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox[5]), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).


#Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.